Sejarah Nama Stadion Old Trafford, dari Keluarga Aristokrat hingga Jadi Rumah Manchester United

Dede Diaz Abdurahman
0

Stadion Old Trafford Manchester (pinterest)

MANCHESTER - Bagi penggemar Manchester United, menyebut Old Trafford rasanya sama seperti menyebut rumah sendiri. Stadion yang berada di kawasan Trafford, Greater Manchester, Inggris, itu bukan sekadar tempat berlangsungnya pertandingan. Selama lebih dari satu abad, Old Trafford telah menjadi bagian penting dari identitas Manchester United sekaligus salah satu stadion paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Namun, tahukah Anda dari mana nama Old Trafford berasal?


Nama tersebut ternyata tidak lahir dari dunia sepak bola. Jauh sebelum Manchester United memainkan pertandingan di sana, Trafford sudah dikenal sebagai sebuah kawasan yang memiliki sejarah panjang dan berkaitan dengan keluarga aristokrat Inggris.


Jejak Keluarga de Trafford

Old Trafford pada dasarnya merupakan nama sebuah kawasan di barat daya pusat Kota Manchester. Sejumlah catatan sejarah menyebut asal-usul nama Trafford berkaitan dengan keluarga de Trafford, salah satu keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh di wilayah tersebut.


Nama Old Trafford kemudian dikaitkan dengan keberadaan Old Trafford Hall dan New Trafford Hall. Kawasan ini pada masa lalu juga dikenal sebagai tempat tinggal keluarga-keluarga kaya yang membangun rumah besar bergaya Victoria.


Seiring perkembangan kota dan industri Manchester, wajah kawasan tersebut berubah. Sejumlah bangunan lama akhirnya menghilang, termasuk Old Trafford Hall yang disebut telah dibongkar pada 1939.


Menariknya, nama kawasan itu kemudian ikut melekat pada stadion baru Manchester United.


Old Trafford Dibuka dengan Kekalahan

Manchester United mulai menempati Old Trafford pada 1910 setelah sebelumnya bermarkas di Bank Street. Pembangunan stadion dimulai pada 1908 di bawah rancangan arsitek stadion terkenal, Archibald Leitch.


Pertandingan perdana berlangsung pada 19 Februari 1910, ketika Manchester United menjamu Liverpool. Ironisnya, debut di rumah baru tidak berakhir dengan kemenangan. United kalah tipis 3-4 dari Liverpool di hadapan sekitar 80.000 penonton.


Bahkan, dua hari sebelum laga tersebut, tribun kayu di Bank Street roboh diterpa angin kencang. Seolah-olah sebuah era baru memang sedang dimulai bagi Manchester United.


Tidak butuh waktu lama bagi Old Trafford untuk menghadirkan kenangan manis. Pada musim penuh pertamanya, 1910/1911, Manchester United berhasil menjadi juara liga.


Pernah Dihantam Bom Perang Dunia II

Old Trafford juga memiliki sejarah kelam. Saat Perang Dunia II berlangsung, sepak bola Inggris terhenti. Stadion ini digunakan untuk kepentingan militer dan pada 11 Maret 1941 menjadi sasaran serangan udara Jerman.


Bom tersebut menghancurkan bagian penting stadion, termasuk tribun utama, ruang ganti dan kantor.


Manchester United kemudian harus memainkan pertandingan kandang di Maine Road, stadion milik rival sekota, Manchester City. Old Trafford baru dibuka kembali setelah proses pembangunan ulang selesai pada 24 Agustus 1949.


Mengapa Disebut Theatre of Dreams?

Julukan “The Theatre of Dreams” membuat Old Trafford semakin istimewa. Sebutan tersebut menggambarkan stadion sebagai panggung tempat mimpi, kejayaan, tragedi, dan kisah para legenda Manchester United berlangsung.


Dari era Busby Babes, Bobby Charlton dan George Best, hingga Eric Cantona, David Beckham, Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney, banyak nama besar sepak bola dunia pernah menciptakan cerita di stadion ini.


Bahkan ketika kapasitasnya terus berubah melalui berbagai renovasi, identitas Old Trafford tetap dipertahankan. Manchester United sendiri menyebut stadion tersebut sebagai salah satu bagian penting dari sejarah dan karakter klub.


Kini, Old Trafford bukan hanya tempat menonton pertandingan. Kompleks stadion juga memiliki museum, tur stadion, restoran dan megastore yang menjadi destinasi bagi penggemar Manchester United dari berbagai penjuru dunia.


Dengan sejarah yang membentang lebih dari satu abad, nama Old Trafford akhirnya memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar nama sebuah tempat. Ia menjadi simbol perjalanan Manchester United—sebuah rumah yang pernah menang, kalah, hancur, dibangun kembali, dan terus menjadi panggung bagi mimpi-mimpi sepak bola.***

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)